Kenapa Stres Bisa Berbahaya Bagi Penderita Epilepsi?

Selamat datang di website www.obatpenyakitepilepsi.com ,Satu-satunya Situs Kesehatan Epilepsi Terlengkap dan Terpercaya. Dalam kesempatan ini kami akan memberikan sebuah artikel berjudul Stres Bisa Berbahaya Bagi Penderita Epilepsi. Hal ini kami sampaikan sebagai wujud kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat.

Stres Bisa Berbahaya Bagi Penderita Epilepsi

Sebuah penelitian menujukkan bahwa untuk orang yang menderita epilepsi, menghadapi peristiwa stres seperti perang, trauma atau bencana alam atau kematian orang yang dicintai, bisa bertindak sebagai penyebab untuk kejang.

Epilepsi merupakan suatu gangguan di mana aktivtas sel saraf di otak terganggu dan dapat memicu kejang. Para Ahli Kesehatan menujukkan bahwa, semakin tinggi tingkat kecemasan pada penderita dengan epilepsi melaporkan bahwa stres bisa menyebabkan kejang.

Namun sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui secara pasti seberapa sering stres menyebabkan kejang epilepsi. Stres terkadang menyebabkan efek yang berbeda untuk setiap orang. Hal ini yang menyulitkan para pakar untuk menilai seberapa serius dampak stres terhadap seseorang.

Stres sendiri dapat datang dalam bentuk yang berbeda-beda dan mempunyai arti yang berbeda untuk semua orang. Dapat saja stres ini datang dari peristiwa kehidupan yang besar seperti kematian seseorangan yang dicinati atau hanya dari aktivitas sehari-hari yantg berpotensi membuat penderita epilepsi berada dalam suasan hati yang buruk sehingga dapat berpotensi pada kejangnya.

Baca juga : Obat Penyakit Epilepsi

Kejang akibat stres pada penderita epilepsi dapat menyebabkan peningkatan aktivtas otak bagian korteks piriform. Riset menujukan bahwa faktor pelepas kortikotropin atau yang umumnya disingkat CRF pada otak yang tidak mempunyai epilepsi dan yang mempunyai epilepsi. CRF ini merupakan jawaban mengapa stres dapat menyebabkan kejang epilepsi.

CRF adalah neurotransmiter yakni zat kimia di dalam otak yang berfungsi membawa pesan antar sel saraf. Zat-zat pembawa pesan ini diproduksi di dalam sel-sel saraf yang ada di dalam otak, ketika pesan dari otak harus ditransmisikan ke bagian-bagian lain.

Mengadopsi teknik pengurangan stres bisa meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dan dapat membantu mengurangi frekuensi kejang pada sedikit atau tidak ada risiko. Para penelitian mencatatan. Beberapa risiko rendah teknik pengurangan stres bisa mencakup dikendalikan bernafas dalam-dalam, sanati atau kesadaran terapi srta latihan atau membentuk rutinitas.

Demikian sekilas informasi mengenai Stres Bisa Berbahaya Bagi Penderita Epilepsi. Semoga dengan adanya artikel kali ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *